Rabu, 08 Mei 2013

Cuap cuap Infotainment

Menjelang UAS, seorang mahasiswi jurusan Manajemen banting setir menjadi Petinju
Oleh Intan Saputri pada 05 Mei 2013
Payakumbuh - Cuap cuap Infotainment : Awal bulan Mei, seluruh mahasiswa Indonesia dikejutkan oleh kabar yang tak bisa diterima akal sehat. Biasanya bulan Mei merupakan langgganan beberapa universitas untuk mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS), juga tak terelakkan bagi salah satu universitas negeri ini. Jadwal wajib itu menuntut setiap mahasiswa untuk belajar ekstra keras atau lebih dikenal dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) untuk mendapatkan IP yang didambakkan dan membebaskan diri dari golongan NaSaKom (Nasib Satu Koma).
Seorang Mahasiswi yang identitasnya dirahasiakan ini malah mengambil jalan yang mengandung kontroversi di kalangan kampus. Ketika sudah setengah perjuangan untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi, mahasiswi dengan tinggi ±165cm ini lebih memilih untuk melanjutkan mimpinya menjadi seorang petinju professional. Foto yang didapatkan redaksi ini berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Tapi ketika wartawan meminta penjelasan lebih lanjut, TZ menghindar dan hanya mengumbar senyum penuh misteri.
“Lah gua aja baru tau tadi pagi. Selama ini dia gak ada cerita apa-apa tuh, tentang mimpi supernya itu.” ujar seorang teman karib TZ
Semua teman dekatnya memberikan pernyataan yang hampir seragam. Mereka tidak tau apa-apa tentang kabar menghebohkan ini. Bahkan mereka terkesan tidak peduli karena lebih memilih memperjuangkan nasib mereka melewati UAS kali ini. Tentu bukan awak media namanya jika tak mempunyai cara untuk menguak hal ini.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. TZ terlihat keluar dari mobil Terrios mengenakan celana training dan jaket kulit membawa sarung tinju diiringi beberapa bodyguard berbadan maco mencoba melindunginya.
“Maaf.. maaf.. ini bukan konsumsi publik. Klien kami berhak mendapat perlindungan dari media massa!!” ujar seorang bodyguard-nya.
“Sebentar aja. Tolong dong, konfirmasi berita ini.” percekcokkan singkat terjadi di kedua kubu, dan dimenangkan oleh kubu TZ.
Para awak media hanya dapat menggigit jari dan mulai merasa bingung dengan semua ini. Karena lokasi yang TZ tuju itu bukan arena tinju tapi arena balap. Apakah sebenarnya yang ingin dilakukan TZ ini? Apakah ini hanya gossip untuk menaikkan popularitas TZ yang hampir redup? Entahlah. Tapi kami berharap TZ tidak tergesa-gesa untuk mengundurkan diri dari universitas. Ingatlah perasaan NaSaKom lainnya yang sedang berjuang di Medan Perang!!

Foto : TZ

2 komentar: