Indonesia tanpa jendela
berdasarkan de facto dan de jure, indonesia memang telah merdeka sejak 67 tahun yang lalu. tetapi mataku menangkap segerombolan sekutu bernama kebodohan masih menjajah tanah air ini. " saat ini tugasku adalah melawan penjajah tapi tugasmu esok lebih berat karena harus melawan saudara dan dirimu sendiri" begitulah kurang lebih hal yang diingatkan Bung Karno berpuluh tahun yang lalu. masa itu para pemuda dieluh-eluhkan karena rasa cinta dan hormatnya kepada bangsa ini. semnagat yang begitu meletup-letup itu seakan tertinggal, terserat zaman yang berlari begitu cepatnya. termasuk dalm bidang pendidikan yang meliputi kebiasaan membaca. Agamaku pun sebenarnya telah mewajibkan umatnya untuk iqra' (bacalah). buku itu bagaikan jalan ynag menghubungkan pembaca dengan dunia yang dibentangkan oleh sang penulis.
minat baca yang begitu minim diiringi dengan persaingan yang begitu ketat dalam pendidikan secara global menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan masa depan anak bangsa san bangsa ini sendiri. memicu terbentuknya lingkaran setan kemiskinan yang bermula dari hal sepele seperti malas baca, kebodohan yang merajalela, menurunnya mutu pendidikan, susahnya mencari pekerjaan, turunnya taraf konsumsi, secara drastis yang berimbas pula pada taraf kesehatan dan kesejahteraan serta titik klimaksnya menjadi dalang dari tindak kriminal di Negeri yang meraih kemerdekaannya ini dengan tersaruk-saruk.
fakta yang mulai meresahkanku adalah kepanikan adik-adikku ketika harus berhadapan dengan hal yang berbau mengarang seakan takut mengambil resiko untuk berimajinasi dan mengkhayal di planet yang bernama Realita ini. mimpi sederhanaku adalah membangun perpustakaan yang dapat memfasilitas generasi muda akan akses terhadap buku di setiap sudut kota di tanah yang aku banggakan ini.
Indonesia di ibaratakan seperti negeri dalam kotak yang tak berjendela, terkekang, terkurung dan terpasung sendiri oleh pola pikirnya yang monoton. tapi aku masih percaya akan adanya keajaiban dan secercah harapan , ketika pemuda masih menyimpan sedikit tekad, keberanian dan semangat apinya seperti para shinobi di desa Konohagakure untuk melindungi negara, para sahabat dan mempertahankan warisan para tetuahnya terdahulu.
Blog ini akan aku jadikan ajang untuk menyeret diriku sendiri untuk tetap melanjutkan mimpi para pahlawanku .
tau deh yang sukanya naruto..:D bagus bagus
BalasHapusberantas kebodohan! semangat !