Senin, 23 September 2013

Pura-pura Infotainment



Mahasiswa Canduang jadi kaum JETSET
Oleh Intan Saputri pada
24 September 2013
Mungkin bagi teman-teman yang menetap atau berasal dari kota besar, belum tau atau belum pernah kenalan dengan daerah Canduang (termasuk penulis). Ketika penulis searching di Google dengan menggunakan keywords Canduang, Google mengoreksi “What do you mean is the Hell?”. Penulis bingung tapi kagak berhenti di situ aje, akhirnya bertanya dengan Mbah Yahoo yang dijawabnya sambil prustasi “Gue nyerah deh, Tanya aja sama Google!” (lha,,kan Google juga kagak tau). Ya udah, daripada pusing bertanya sana-sini tak berujung, penulis buru-buru buka peta, menjelajahi pulau Sumatera dan tetap tak menemukan kepastian posisi daerah ini. Sebenarnya dimanakah daerah Canduang itu berada? Sungguh misterius dan penuh tanda tanya besar.
Tapi itu tak meredupkan daya tarik Canduang di kancah Internasional. Terbukti dengan menjadi trending topic-nya daerah ini beberapa hari belakangan, berkat ulah salah satu masyarakatnya yang ternyata adalah mahasiswa Jurusan Manajemen di salah satu Universitas terkemuka di Provinsi Sumatera Barat. Biar masa depannya terlindungi, kita sebut saja PRM. PRM ini sudah menginjak semester lima dan sedang hangat-hangatnya menjadi bahan pembicaraan disetiap sudut kampus. Paparazi yang waktu itu sedang berkeliaran di sekitar kampus, melihat PRM keluar dari sebuah mobil Ford putih yang masih tampak mulus dan belum terjamah sama sekali. Pertanyaaan pun timbul, mobil siapakah ini sebenarnya? Sejak kapan PRM bisa mengendarai mobil?
 Dimata teman-temannya, si PRM ini termasuk pribadi yang mudah bergaul dan dekat dengan orang lain, hobinya nyengir-nyengir di tanah kusir, dan anaknya rame karena sering bawa petasan kemana-mana (yang ini bohong dehh, Haha). Mahasiswa yang pernah tergabung dalam sebuah boyband kampus ini mempunyai logat bicara yang aneh apalagi saat dia mengaplikasikan kefasihan bahasa inggrisnya itu. 
Isu-isu miring tak terelakan lagi, banyak orang yang mengatakan bahwa PRM ini mendapatkan kupon dari ciki-ciki berhadiah, membobol ATM, sampai dituduh menggelapkan uang sumbangan rakyat yang ia peroleh dari kegiatan yang diadakan kampus beberapa minggu yang lalu. Tapi semua dugaan itu tidak terbukti keakuratannya. Tim Redaksi sengaja mengutus mata-mata yang ditugaskan untuk memantau kegiatan PRM selama 24 jam, kebenaran pun terungkap dengan sendirinya. Ternyata, mobil Ford itu hasil dari kerja kerasnya sebagai guru di salah satu Bimbel yang tak bisa disebutkan namanya. Entah berapa gajinya sebulan sampai bisa membeli mobil mewah itu? Entahlah. Tapi hanya satu yang pasti, mahasiswa Canduang ini sekarang terkenal sebagai guru Bimbel tersukses di Indonesia menurut Koran Tempo Hari.
Foto oleh Tiara Zakianimarta

Rabu, 08 Mei 2013

Cuap cuap Infotainment

Menjelang UAS, seorang mahasiswi jurusan Manajemen banting setir menjadi Petinju
Oleh Intan Saputri pada 05 Mei 2013
Payakumbuh - Cuap cuap Infotainment : Awal bulan Mei, seluruh mahasiswa Indonesia dikejutkan oleh kabar yang tak bisa diterima akal sehat. Biasanya bulan Mei merupakan langgganan beberapa universitas untuk mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS), juga tak terelakkan bagi salah satu universitas negeri ini. Jadwal wajib itu menuntut setiap mahasiswa untuk belajar ekstra keras atau lebih dikenal dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) untuk mendapatkan IP yang didambakkan dan membebaskan diri dari golongan NaSaKom (Nasib Satu Koma).
Seorang Mahasiswi yang identitasnya dirahasiakan ini malah mengambil jalan yang mengandung kontroversi di kalangan kampus. Ketika sudah setengah perjuangan untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi, mahasiswi dengan tinggi ±165cm ini lebih memilih untuk melanjutkan mimpinya menjadi seorang petinju professional. Foto yang didapatkan redaksi ini berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Tapi ketika wartawan meminta penjelasan lebih lanjut, TZ menghindar dan hanya mengumbar senyum penuh misteri.
“Lah gua aja baru tau tadi pagi. Selama ini dia gak ada cerita apa-apa tuh, tentang mimpi supernya itu.” ujar seorang teman karib TZ
Semua teman dekatnya memberikan pernyataan yang hampir seragam. Mereka tidak tau apa-apa tentang kabar menghebohkan ini. Bahkan mereka terkesan tidak peduli karena lebih memilih memperjuangkan nasib mereka melewati UAS kali ini. Tentu bukan awak media namanya jika tak mempunyai cara untuk menguak hal ini.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. TZ terlihat keluar dari mobil Terrios mengenakan celana training dan jaket kulit membawa sarung tinju diiringi beberapa bodyguard berbadan maco mencoba melindunginya.
“Maaf.. maaf.. ini bukan konsumsi publik. Klien kami berhak mendapat perlindungan dari media massa!!” ujar seorang bodyguard-nya.
“Sebentar aja. Tolong dong, konfirmasi berita ini.” percekcokkan singkat terjadi di kedua kubu, dan dimenangkan oleh kubu TZ.
Para awak media hanya dapat menggigit jari dan mulai merasa bingung dengan semua ini. Karena lokasi yang TZ tuju itu bukan arena tinju tapi arena balap. Apakah sebenarnya yang ingin dilakukan TZ ini? Apakah ini hanya gossip untuk menaikkan popularitas TZ yang hampir redup? Entahlah. Tapi kami berharap TZ tidak tergesa-gesa untuk mengundurkan diri dari universitas. Ingatlah perasaan NaSaKom lainnya yang sedang berjuang di Medan Perang!!

Foto : TZ

Rabu, 13 Februari 2013

Indonesia tanpa jendela

Indonesia tanpa jendela

berdasarkan de facto dan de jure, indonesia memang telah merdeka sejak 67 tahun yang lalu. tetapi mataku menangkap segerombolan sekutu bernama kebodohan masih menjajah tanah air ini. " saat ini tugasku adalah melawan penjajah tapi tugasmu esok lebih berat karena harus melawan saudara dan dirimu sendiri" begitulah kurang lebih hal yang diingatkan Bung Karno berpuluh tahun yang lalu. masa itu para pemuda dieluh-eluhkan karena rasa cinta dan hormatnya kepada bangsa ini. semnagat yang begitu meletup-letup itu seakan tertinggal, terserat zaman yang berlari begitu cepatnya. termasuk dalm bidang pendidikan yang meliputi kebiasaan membaca. Agamaku pun sebenarnya telah mewajibkan umatnya untuk iqra' (bacalah). buku itu bagaikan jalan ynag menghubungkan pembaca dengan dunia yang dibentangkan oleh sang penulis.

minat baca yang begitu minim diiringi dengan persaingan yang begitu ketat dalam pendidikan secara global menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan masa depan anak bangsa san bangsa ini sendiri. memicu terbentuknya lingkaran setan kemiskinan yang bermula dari hal sepele seperti malas baca, kebodohan yang merajalela, menurunnya mutu pendidikan, susahnya mencari pekerjaan, turunnya taraf konsumsi, secara drastis yang berimbas pula pada taraf kesehatan dan kesejahteraan serta titik klimaksnya menjadi dalang dari tindak kriminal di Negeri yang meraih kemerdekaannya ini dengan tersaruk-saruk.

fakta yang mulai meresahkanku adalah kepanikan adik-adikku ketika harus berhadapan dengan hal yang berbau mengarang seakan takut mengambil resiko untuk berimajinasi dan mengkhayal di planet yang bernama Realita ini. mimpi sederhanaku adalah membangun perpustakaan yang dapat memfasilitas generasi muda akan akses terhadap buku di setiap sudut kota di tanah yang aku banggakan ini.

Indonesia di ibaratakan seperti negeri dalam kotak yang tak berjendela, terkekang, terkurung dan terpasung sendiri oleh pola pikirnya yang monoton. tapi aku masih percaya akan adanya keajaiban dan secercah harapan , ketika pemuda masih menyimpan sedikit tekad, keberanian dan semangat apinya seperti para shinobi di desa Konohagakure untuk melindungi negara, para sahabat dan mempertahankan warisan para tetuahnya terdahulu.

Blog ini akan aku jadikan ajang untuk menyeret diriku sendiri untuk tetap melanjutkan mimpi para pahlawanku .


Rabu, 06 Februari 2013

awal kisahku

begitu banyak kejadian yang telah aku lewati selama aku menginjakkan kaki diplanet bumi ini, dan terlalu berharga untuk kusimpan sendiri....
jadi akan aku bagikan semua kisahku kapada kalian.....