Menjelang
UAS, seorang mahasiswi jurusan Manajemen banting setir menjadi Petinju
Oleh Intan Saputri pada 05 Mei 2013
Payakumbuh - Cuap cuap Infotainment
: Awal
bulan Mei, seluruh mahasiswa Indonesia dikejutkan oleh kabar yang tak bisa
diterima akal sehat. Biasanya bulan Mei merupakan langgganan beberapa universitas
untuk mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS), juga tak terelakkan bagi salah
satu universitas negeri ini. Jadwal wajib itu menuntut setiap mahasiswa untuk
belajar ekstra keras atau lebih dikenal dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) untuk
mendapatkan IP yang didambakkan dan membebaskan diri dari golongan NaSaKom
(Nasib Satu Koma).
Seorang
Mahasiswi yang identitasnya dirahasiakan ini malah mengambil jalan yang
mengandung kontroversi di kalangan kampus. Ketika sudah setengah perjuangan
untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi, mahasiswi dengan tinggi ±165cm ini
lebih memilih untuk melanjutkan mimpinya menjadi seorang petinju professional.
Foto yang didapatkan redaksi ini berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Tapi
ketika wartawan meminta penjelasan lebih lanjut, TZ menghindar dan hanya
mengumbar senyum penuh misteri.
“Lah
gua aja baru tau tadi pagi. Selama ini dia gak ada cerita apa-apa tuh, tentang
mimpi supernya itu.” ujar seorang teman karib TZ
Semua
teman dekatnya memberikan pernyataan yang hampir seragam. Mereka tidak tau
apa-apa tentang kabar menghebohkan ini. Bahkan mereka terkesan tidak peduli
karena lebih memilih memperjuangkan nasib mereka melewati UAS kali ini. Tentu
bukan awak media namanya jika tak mempunyai cara untuk menguak hal ini.
Pucuk
dicinta ulam pun tiba. TZ terlihat keluar dari mobil Terrios mengenakan celana training dan jaket kulit membawa sarung
tinju diiringi beberapa bodyguard
berbadan maco mencoba melindunginya.
“Maaf..
maaf.. ini bukan konsumsi publik. Klien kami berhak mendapat perlindungan dari
media massa!!” ujar seorang bodyguard-nya.
“Sebentar
aja. Tolong dong, konfirmasi berita ini.” percekcokkan singkat terjadi di kedua
kubu, dan dimenangkan oleh kubu TZ.
Para
awak media hanya dapat menggigit jari dan mulai merasa bingung dengan semua
ini. Karena lokasi yang TZ tuju itu bukan arena tinju tapi arena balap. Apakah
sebenarnya yang ingin dilakukan TZ ini? Apakah ini hanya gossip untuk menaikkan
popularitas TZ yang hampir redup? Entahlah. Tapi kami berharap TZ tidak
tergesa-gesa untuk mengundurkan diri dari universitas. Ingatlah perasaan
NaSaKom lainnya yang sedang berjuang di Medan Perang!!
Foto
: TZ
